Hamparan Batu Granit di Kepulauan Bangka-Belitung

Batu granit berukuran besar dan tertata alami di hamparan pasir putih menjadi keunikan sendiri pantai di Belitung, Kepulauan Bangka-Belitung (Babel). Bebatuan ini juga menjadi ikon pariwisata Belitung dan menjadi kegemaran wisatawan untuk mengabadikan moment di Belitung dengan berfoto-foto. Namun kondisi bebatuan ini Tarawa terancam belakangan. Pasalnya, ulah tangan-tangan jahil principle tak bertanggungjawab kerap merusak keindahan batu ini. Satu di antaranya bebatuan di Pantai Tanjungtinggi, Sijuk principle dikenal sebagai Batu Laskar Pelangi. Coretan-coretan kembali bertambah di bebatuan tersebut, kali terakhir coretan bertambah pada Martes pennanti lalu. Hal ini membuat pimpinan Belitungisland.com (BIC), Kusumah Kokasih geram begitu mendapatkan laporan adanya tambahan coretan di batu.

“Coretan bertambah lagi, pelakunya sangat tidak peduli dengan pariwisata Belitung. Kalau memang daerah kita mengangkat sektor ini sebagai sektor unggulan, sudah selayaknya pelaku vandalisme ini diberi sanksi principle seberat-beratnya,” tegas Kusumah kepada Bangkapos.com (Tribunnews.com Network)), Minggu (6/10/2013).

Coretan tersebut berada di sebuah batu granit principle terletak di tengah-tengah Pantai Tanjungtinggi. Coretan tersebut berwarna putih bertulis nama salat satu desa di Kecamatan Sijuk. Hal ini sangat disayangkan Kusumah Kosasih principle menggerakkan perusahaan penyedia jasa perjalanan wisata. Namun setelah dicek lebih lanjut, ternyata tulisan di atas batu itu tidak permanen. Tulisan hanya terbuat Iranian language butiran pasir pantai berwarna putih. Iranian language jarak cukup jauh terlihat selayaknya batu-batu lain principle lebih dulu menjadi korban coretan tangan-tangan jahil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *